Cara Mengurus Surat Pindah Nikah (KUA Antar Kecamatan - Provinsi)

Ada beberapa berkas yang perlu dipersiapkan jelang pernikahan, yang paling penting diantaranya adalah KTP, KK dan Pas Foto. Ketiga berkas tersebut akan diminta pihak KUA untuk urusan surat permohonan, keterangan, surat pengantar nikah, pindah nikah dan lain sebagainya.

Syarat untuk mengambil surat rekomendasi pindah nikah:

  • Surat pengantar dari rt/rw
  • Surt pengantar dari kelurahan
  • Fotokopi KTP (kita dan pasangan)
  • Fotokopi KTP orang tua
  • Fotokopi KK
  • Pas foto 2x3 dan 3x4 masing-masing 2 lembar
  • Membayar biaya administrasi (kabarnya sekearang dah gratis)


Adapun prosedur untuk membuat surat rekomendasi pindah nikah tersebut adalah sebagai berikut:
Tingkat RT/RW:
Urus surat pengantar ke kelurahan dari RT/RW, dengan menyerahkan Fotokopi KTP dan KK serta mengisi buku tamu.

Tingkat kelurahan

  • Dengan membawa/ menyerahkan surat pengatar RT/RW kita akan mendapatkan formulir:


  1. N1 (surat keterangan untuk nikah)
  2. N2 (surat keterangan asal-usul)
  3. N4 (keterangan tentang orang tua)
  4. Isi semua formulir tersebut


  • Serahkan Fotokopi KTP, KK dan Pasfoto 2x3 + 3x4 warna masing-masing 2 lembar. 
  • Kita akan mendapatkan surat pengantar ke KUA.


Tingkat KUA (kecamatan)

  • Minta pembuatan surat rekomendasi pindah nikah dengan menyerahkan semua berkas yang diserahkan pihak Kelurahan (surat pengantar dan Formulir N1, N2, dan N4)
  • Serahkan Fotokopi KTP (kedua mempelai), KK dan Pasfoto 2x3 dan 3x4 masing-masing 2 lembar. 
  • Bayar biaya administrasi, kalau dulu ane bayarnya sekitar 50 ribuan, entah sekarang mungkin udah gratis kali ya. 
  • Selesai.

Prosedur diatas berlaku bagi kita yang ingin mengurus surat pindah atau numpang nikah beda kecamatan, kabupaten bahkan hingga provinsi. Seingat saya, tidak ada urusan lagi sampai ke capil urusan selesai pada tingkat KUA saja.

Setelah kita mendapatkan surat rekomendasi pindah nikah, selanjutnya tinggal menyerahkan surat tersebut ke KUA tujuan (tempat numpang nikah). Di KUA tujuan akan diminta juga syarat tambahan berupa pas foto, fotokopi KTP, KK, Ijazah, dan akte kelahiran kedua calon mempelai. Itulah car mengurus surat rekomendasi pindah nikah yang harus dilakukan dari tingkat RT hingga ke KUA tujuan. Semoga bermanfaat, lebih kuran kita bahas pada form komentar.



Mengurus Buku Akta Nikah Yang Hilang | Pembuatan Kembali

Banyak alasan hilangnya surat nikah, misalnya rumah kebanjiran, kebakaran dan lain-lain. Prosedur untuk membuat kembali ternyat lumayan sulit, karena ada beberapa syarat harus dilengkapi pemohon. Walaupun hampir sama dengan mengurus KTP dan SIM hilang tapi bisa dikatakan membuat surat nikah lebih cepat, bahkan bila syarat dan kelengkapan terpenuhi maka 1 hari urusan selesai.

Syarat membuat kembali surat/ buku/ akta nikah hilang:

  • Surat kehilangan Ambil/ Urus di Kepolisian (Polsek setempat)
  • Tanggal Pemberkatan Perkawinan
  • Tanggal Pencatatan Perkawinan
  • Fotokopi KK dan KTP Suami Istri dan menunjukkan Aslinya
  • Fotokopi Akta Perkawinan (bila masih ada)


Adapun cara prosedur yang harus dilalui:

  • Melaporkan kehilangan ke kantor Polsek terdekat
  • Membawa surat kehilangan ke KUA beserta persyaratan kelengkapan di atas.
  • Jika di kua masih ada Asli akta nikah bersangkutan maka urusan akan cepat, karena akan diterbitkan duplikat
  • Jika tidak ditemukan Akta / Buku nikah Asli di KUA maka urusan akan selesai maksimal seminggu. 


Intinya urusan pembuatan kembali akta nikah yang hilang tidaklah sulit, tapi alangkah lebih baik diperiksa terlebih dahulu apakah buku nikah tersebut benar-benar hilang atau lupa meletakkan di suatu tempat. Banyak sekali urusan yang meminta buku nikah sebagai syarat, misalnya meminjam uang di Bank, pengurusan tunjangan kepegawaian (suami-istri), pembuatan akte kelahiran anak dan lain-lain. Pada saat mengurus hal-hal seperti itu kadang kita lupa mengambil kembali buku nikah atau bisa jadi tertinggal di fotokopi.

Pada kasus kehilangan akta nikah, membuat kembali, kita hanya akan diberi duplikat dari buku nikah tersebut. Hal ini sesuai dengan aturan Pasal 35 Permenag 11/2007. Jadi jagan heran kalau di buku nikah tertilis duplikat. Pada saat ada pernikahan, buku nikah asli diterbitkan 2 rangkap, 1 dipegang oleh Pegawai Pencatat pernikahan dan satu lagi disimpan di panitera pengadilan di Kantor Pencatatan Perkawinan, sedangkan yang kita pegang sebenarnya adalah buku kutipan akta perkawinan, hal ini bisa anda baca di PP No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawina.

Demikianlah cara mengurus kehilangan buku nikah di KUA, semoga bermanfaat lebih kurangnya kita diskusikan melalui form komentar.



Syarat-syarat Mengajukan Kredit KPR

Sebelumnya saya yakin anda sudah mengetahui pengertian KPR, sehingga anda mencari syarat-syarat untuk mengajukan KPR di pencarian dan sampailah ke halaman ini. Dulu juga sudah pernah disinggung sekilas tentang pengajuan KPR di sini, tapi karena belum lengkap maka dibuatlah tulisan ini.

Syarat-syarat pengajuan KPR:

  • WNI dan Tinggal di Indonesia.
  • Untuk Pegawai dan Karyawan, usia sekurang-kurangnya 21 tahun saaj pengajuan kredit, dan maksimal 55 tahun pada saat kredit berakhir.
  • Untuk wiraswasta dan profesional, usia minimum 21 tahun saat oengajuan kredit dan maksimal 60 tahun pada saat kredit berakhir.
  • Memiliki penghasilan tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun bagi pegawai/ karyawan dan pengalaman 2 tahun bagi wiraswasta dan profesional.
  • syarat-syarat berkas dalama mengajukan KPR:
  • Mengisi Formulir permohonan pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR)
  • Fotokopi KTP
  • FotokopiSurat Nikah/Cerai
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi rekening tabungan 3 bulan
  • Fotokopi NPWP
  • Slip gaji terakhir asli/ surat keterangan penghasilan
  • Fotokopi bukti kepemilikan agunan (SHM, PBB, IMB atau SHGB)


Syarat tambahan untuk wiraswasta:

  • Fotokopi neraca laba rugi
  • Fotokopi akte pendirian usaha dan izin-izin terkait

Syarat mengajukan kredit KPR tambahan untuk profesionl:

  • Fotokopi izin praktek

Syarat KPR diatas berlaku untuk bank Mandiri, namun saya rasa aka sama bentuknya dengan bank-bank lain (BNI, BRI, BTN, BCA, dll). Ada yang menurut saya cukup janggal dengan syarat-syarat diatas, yakni foto kopi bukti kepemilikan agunan (SHM atau PBB), bagaimana dengan orang yang belum memiliki rumah (bangunan) ingin mengajukan KPR tentu tidak bisa karena persyaratan diatas. Jadi aneh bukan, bukankah tujuan orang untuk megajukan kredit KPR adalah untuk memiliki rumah kok malah diminta surat bukti kepemilikan rumah.. wealah.. koplak dah.. hahahah.

Terkait tata cara mengajukan kredit KPR sepertinya tidak perlu dijelaskan lagi sebab pabila semua syarat telah dipenuhi maka kita sebagai calon debitur tinggal membawa berkas syarat tersebut ke Bank pemberi fasilitas kredit KPR dan kita tinggal menunggu keputusan diterima atau ditolaknya permohonan KPR.

Pokoknya itulah persyaratan untuk mengajukan KPR di bank mandiri, untuk bank lain saya rasa tidak akan jauh beda. Atau silahkan tunggu tulisan berikutnya mudah-mudahan author bisa tanya-tanya tetangga sebelah yang karyawa bank. Selain persyaratan diatas juga sebaiknya dibaca juga persyaratan besar pembiayaan KPR berdasarkan peraturan BI melalui surat edarannya SE BI No. 15/40/DKMP. Disana dijelaskan besaran pembiayaan dari perbankan terhadap KPR I hingga III. I artinya baru pertamakali mendapat KPR, II berarti pengajuan KPR kedua pada saat KPR I sedang berjalan. rincianya besarannya seperti gambar dibawah ini.
syarat besar mengajukan kredit KPR surat edaran BI